PrEP Pada Ibu HamilInfeksi human immunodeficiency virus (HIV) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia pada bulan Maret 2022, terdapat total 329.581 kasus HIV yang dilaporkan, sedangkan jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sampai bulan Maret 2022 sebanyak 137.397 kasus. Dari jumlah tersebut, sebesar 37% ODHIV adalah perempuan. Sementara itu, jumlah AIDS tertinggi kedua menurut status pekerjaan adalah ibu rumah tangga dengan jumlah sebanyak 19.581 orang. 

Infeksi HIV pada anak sebagian besar didapatkan dari ibunya. Penularan virus dari ibu hamil positif HIV kepada anaknya dapat terjadi pada 3 waktu yang berbeda, yaitu saat janin masih dalam kandungan melalui tali pusat, saat persalinan (bayi terpapar cairan dari jalan lahir ibu) dan setelah bayi lahir melalui ASI. Ibu hamil positif HIV yang tidak pernah mendapat pengobatan antiretroviral (ARV) akan berisiko menularkan virus kepada janinnya pada kisaran angka 15-45% yang terjadi selama intrauteri (5-10%), saat persalinan (10-20%) dan melalui ASI (5-15%). 

Adapun faktor-faktor yang dapat memengaruhi mudahnya anak tertular HIV dari ibunya antara lain:

  • Ibu mengalami infeksi HIV derajat 3 atau 4
  • Jumlah CD4 Ibu yang rendah
  • Jumlah Virus di dalam tubuh Ibu yang tinggi
  • Infeksi akut pada Ibu selama kehamilan
  • Pemberian ASI atau makanan campuran ASI 

Oleh karena itu, ibu hamil yang positif HIV dan beresiko tinggi terkena HIV harus rutin melakukan pemeriksaan darah untuk menentukan apa yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko kemungkinan bayi yang dikandung tertular HIV. Namun, kamu tidak perlu khawatir, ada cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi penularan HIV dari Ibu ke janin. 

Ibu hamil yang positif HIV wajib melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin dan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) dengan telaten sesuai dengan anjuran dokter. Sedangkan ibu hamil yang memiliki resiko tinggi tertular HIV disarankan mengonsumsi Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) untuk melindungi ibu dan janin dari resiko tertular HIV.

PrEP (pre-exposure prophylaxis) adalah obat pencegah penularan infeksi bagi orang-orang yang berisiko tinggi tertular HIV dari hubungan seks atau penggunaan narkotika suntik. Jika Anda berisiko tinggi tertular HIV dan sedang hamil, mencoba untuk hamil, atau menyusui, Anda juga memerlukan PrEP untuk melindungi diri dan bayi dari HIV.

PrEP atau pre-exposure prophylaxis sendiri merupakan obat pencegah penularan infeksi bagi orang-orang yang mempunyai resiko tinggi tertular HIV. Efektivitas obat ini mencapai 92% dalam upaya pencegahan HIV. Jika kamu merasa mempunyai resiko tinggi tertular HIV dan sedang hamil, mencoba untuk hamil, atau menyusui, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengonsumsi PrEP demi melindungi diri dan bayi dari HIV.

Namun, sama seperti kebanyakan obat lainnya, PrEP dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping dari PrEP tidak berbahaya dan biasanya membaik dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan, beberapa orang yang minum obat ini tidak mengalami efek samping sama sekali.

Efek samping yang dapat ditimbulkan ketika mengonsumsi PrEP adalah sebagai berikut.

  • muntah,
  • sakit kepala dan kelelahan, dan
  • kehilangan nafsu makan

Jika kamu ingin mengonsumsi PrEP, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter agar dapat diberikan saran dan rekomendasi terbaik sebagai upaya pencegahan HIV. Kamu juga dapat meminta bantuan Konselor Gue Berani untuk mendapatkan akses layanan kesehatan seksual pada link berikut: wa.me/6285693935663

 

Source:

https://www.prepwatch.org/resources/prep-for-pregnant-and-breastfeeding-people/

https://skata.info/article/detail/546/pengobatan-hiv-saat-hamil

https://sardjito.co.id/2021/12/31/mengenal-progres-bayi-dari-ibu-hiv-aids-biha/

https://hellosehat.com/seks/hivaids/minum-prep-saat-pasangan-positif-hiv/

https://sayaberani.org/prep-dan-perempuan/

https://siha.kemkes.go.id/portal/files_upload/Laporan_TW_1_2022.pdf

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.