Pada prinsipnya ada dua tujuan dalam hubungan seks, yakni rekreasi dan reproduksi. Dalam hal rekreasi, di sinilah chemsex (chemical-sex) memegang peranan penting yakni untuk memberi sensasi pengalaman seksual dengan penggunaan obat-obatan. Fenomena ini umumnya dilakukan oleh komunitas gay, namun kini telah populer di kalangan heteroseksual. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk chemsex, seperti dikutip dari […]

Read More

  Sedari kecil, gue selalu merasa terjebak dalam tubuh yang bukan gue banget. Iya, gue merasa sebagai perempuan yang terjebak dalam tubuh lelaki. Tapi apa iya itu memang kondisi gue yang sesungguhnya? Atau hanya perasaan gue saja yang berlebihan? Karena tidak sedikit loh orang-orang di sekitar yang menganggap gue lebay atau cari perhatian hanya karena […]

Read More

Loe pernah kesal nggak sih, kenapa kalau berbicara tentang HIV kerap diidentikkan dengan lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL)? Padahal di Indonesia, faktanya perempuan heteroksekual khususnya dari kelompok ibu rumah tangga adalah kelompok yang paling banyak terinfeksi HIV. Secara statistik, LSL lebih memungkinkan untuk terinfeksi HIV dibandingkan lelaki dan perempuan heteroseksual. Selain itu, sebagian […]

Read More

  Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 25 Mei kemarin, menyatakan tidak akan lagi mengkategorikan transgender sebagai “gangguan mental,” melainkan sebagai “ketidaksesuaian gender.” Dan, ketidaksesuaian gender juga dimasukkan ke dalam bab tentang kesehatan seksual, dan bukan lagi sebagai “gangguan mental” seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya. Seperti yang dilansir dari Time. Para aktivis transgender berharap bahwa ICD-11 akan […]

Read More

Meski di Indonesia kaum perempuan heteroseksual (khususnya kelompok ibu rumah tangga) menempati posisi pertama yang terinfeksi HIV, faktanya di beberapa negara prevalensi di antara lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) sangat tinggi, seperti yang dikutip dari situs Avert. Artinya, kelompok LSL memiliki peluang lebih besar untuk terpapar virus, terutama bagi mereka yang melakukan hubungan […]

Read More

      Menerima diagnosis positif, memang dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan diri, setidaknya untuk sementara. Dan, hilangnya kepercayaan diri juga bisa mempengaruhi performa pekerjaan loe. Seperti David misalnya, usai tahu bahwa ia terinfeksi HIV, langsung menyesuaikan rencana pengobatan dan menyesuaikan gaya hidup yang lebih sehat termasuk jadwal berolahraga. Tapi, apakah semudah itu menjalankan hidup usai […]

Read More

Tahukah kamu tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi dan Makanan Nasional? Bagi orang dengan HIV AIDS alias ODHA, menjaga asupan gizi dan makanan adalah hal yang prioritas guna menjaga kondisi kekebalan tubuh yang relatif lebih rentang dibanding orang lain. Karenanya, urusan menjaga gizi dan makanan perlu betul-betul dijadikan sebagai prinsip dalam gaya hidup ODHA. […]

Read More

Siapapun yang memiliki status sebagai ODHA memiliki kerentanan yang berbeda dengan orang pada umumnya. Sistem kekebalan tubuh ODHA cenderung lebih lemah yang membuatnya lebih rentan terpapar penyakit. Setidaknya ada beberapa jenis penyakit yang rentan dialami ODHA akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh yang dimilikinya, yakni: Flu, Pneumonia, Tuberkulosis, cedera syaraf, sariawan dan jamur di mulut, depresi, […]

Read More

  Pernah ga sih denger atau dapet informasi yang bilang bahwa HIV AIDS itu sumbernya dari orang kulit hitam di Afrika? Atau, ada juga yang pernah denger kalo HIV AIDS di Indonesia awalnya bermula dari orang Papua? Coba deh sesekali iseng googling, bakal nemu beberapa tulisan yang bilang bahwa mau dimana pun, HIV AIDS mulanya […]

Read More

  Tahukah kamu bahwa tanggal 18 Desember kemarin adalah International Migrant Day? Apakah kamu juga tahu bahwa pekerja migran, secara khusus menjadi salah satu sasaran dalam kegiatan penjangkauan HIV AIDS di Indonesia? Masih dalam nuansa peringatan Hari Migran Internasional, tulisan kali ini akan membahas buruh migran dan kerentanannya terpapar HIV AIDS. HIV AIDS di kalangan […]

Read More