hiv-storyBanyak orang yang ingin mengetahui status HIV nya di karenakan dia tahu bahwa perilaku seks nya beresiko tinggi untuk tertular HIV.
Tetapi kebanyakan orang ingin cek tetapi takut dan tidak siap menerima hasilnya ketika dinyatakan HIV Positif.
Dan bagaimana pula orang yang tidak peduli akan kesehatan. Tidak mau sama sekali untuk cek HIV padahal dari perilaku seks nya sangat beresiko untuk tertular HIV. Gonta ganti pasangan dan tidak menggunakan Kondom. 1 orang yang ditemukan positif bisa jadi ada 10 orang yang bakal positif yang belum di temukan. Apakah salah satunya pasangan seks loe? Karena HIV tidak menunjukan gejala apapun. Orang dengan HIV tampak sehat dari luar. Dan HIV hanya bisa terlihat jika seseorang melakukan VCT melalui pemerikaan darah.
Padahal ketika loe periksa STATUS HIV, loe bisa mengambil langkah ke depan menuju perubahan perilaku yang lebih baik lagi.
Dan apabila loe dinyatakan Negatif, pertahankan dan berkomitmen selalu menggunakan kondom saat berhubungan Seks.
Dan apabila di nyatakan positif, loe akan dapat penanganan tindak lanjut untuk loe therapy ARV agar kualitas hidup loe meningkat dan agar tidak timbul Infeksi Opportunistik dan loe tidak sampai ke Fase AIDS. Tidak perlu putus asa dan tetap semangat, jangan mengganggap HIV akhir dari segalanya.
Jangan berpikir HIV pasti mati, setiap orang pasti bakal mati. Mau dia sehat ataupun sakit.
Ketika loe Positif dan loe segera therapy ARV. Loe akan sehat dan mungkin saja umur loe lebih panjang dibandingkan orang yang sehat.
Yang paling terpenting jangan menularkan virus Loe ke orang lain.
3 kunci orang dengan HIV :
1. Teratur minum Obat ARV (Sesuai Dosis & Tepat Waktu)
2. Jangan putus obat ARV
3. Pola Hidup sehat hindari makan-makanan dan minuman yang mentah, tidak merokok,tidak minum-minuman keras,tidak menggunakan NAPZA,tidak begadang malam.
Dan yang terpenting jangan jadikan penyakit menjadi beban dalam hidup tetapi menjadi motivasi untuk sehat dan mampu bertahan hidup,Setia pada pasangan dan selalu menggunakan Kondom saat berhubungan seks.
Kalau ada yang ingin di tanyakan silahkan Tanya Gue.

Salam Gebers,

43 Response Comments

  • richard august  Oktober 4, 2016 at 2:26 pm

    Aku melakukan hub seks tanpa kondom 3 tahun yg lalu dng 2 pasangan berbeda selama dua kali dan beberap hari yg aku melakukan hub seks tanpa kondom juga. Dimana sy dpt melakukan tesnya tinggal di jakrta barat

    Balas
    • Romi GWL  Oktober 6, 2016 at 2:17 pm

      Hallo Gebers, loe bisa melakukan tes HIV dan IMS di beberapa puskesmas yang ada di wilayah Jakarta Barat. Jika membutuhkan bantuan untuk mendampingi loe. Silahkan klik di “Where” pada halaman depan website gue berani dan klik kota “jakarta barat”. Disana ada beberapa petugas lapangan yang bekerja sama dengan kami yang siap membentu loe. Salam sehat gebers 🙂

      Balas
  • badi  Februari 4, 2017 at 5:47 pm

    Saya baru kena hiv kmren tgl 1 febuari dan saya masi takut kata dokter di komsumsi art nnti .yg saya mau tanya apakah pas saya minum art badan saya jadi kurus atau tidak ?

    Balas
    • Romi GWL  Februari 7, 2017 at 11:10 am

      Hallo Gebers,
      dengan mengkonsumsi ARV justru akan meningkatkan kesehatan loe, banyak kawan-kawan yang dengan HIV setelah memulai ART justru lebih baik dan lebih sehat bahkan lebih gemuk.
      jangan tunda untuk memulai jika memang sudah saatnya untuk memulai.
      Salam Sehat dan Berani Gebers.

      Balas
  • Yudha  Februari 17, 2017 at 12:36 pm

    Min, mau tanya, untuk cek daerah Batam di mana ya ? Thanks

    Balas
    • Romi GWL  Februari 19, 2017 at 3:11 pm

      Hallo Yudha,
      terima kasih sudah berkunjung ke website gue berani, untuk wilayah Batam loe bisa tes di Puskesmas Lubuk Baja, Rumah Sakit Elisabeth, RSUD Embung Fatimah dan RS Budi Kemuliaan.
      Untuk Kontak Person jika butuh didampingi oleh petugas dari gue berani kota Batam loe bisa kontak kak Ferry 08117777909.
      Salam Sehat dan Berani Gebers 🙂

      Balas
  • Lia  Februari 20, 2017 at 7:11 am

    Kalau pemeriksaan di surabaya dimana ya ?

    Balas
    • Romi GWL  Februari 20, 2017 at 9:47 am

      Hallo Lia,
      untuk layanan kesehatan dan teman pendamping di Kota Surabaya loe bisa buka di page Kota Gue pada website ini.
      Semoga bisa membantu ya.
      Salam sehat dan Berani 🙂

      Balas
  • bryan  Februari 23, 2017 at 6:25 pm

    apakah pengidap HIV bs menikah? gmn dengan istri n anaknya? trs gmn ngomongnya ke istri klo kt mengidap HIV….yg ada ga jd nikah n klo sdh nikah bs jd PD II nnti

    Balas
    • Romi GWL  Februari 27, 2017 at 10:02 am

      Hallo Bryan,
      Orang dengan HIV bisa menikah dan bisa menjaga status istri dan tetap negatif. Loe bisa konsultasikan dengan dokter tempat dimana loe mengakses terapi lanjutan untuk HIV nya.
      atau loe juga bisa hubungi admin kami untuk konseling online di :
      Whatsapp : 087887110950.
      line @ gue berani.

      Salam sehat dan berani gebers.

      Balas
  • ido  Maret 2, 2017 at 9:05 pm

    saya punya penyakit kulit gatal2 yang tidak jelas knp yg sudah 1.5 thn terjadi dan pembengkakan kelenjar getah bening.
    saya dah 7x tes hiv masa terakhir berisiko saya bulan oktober 2015.
    saya melakukan tes hiv :
    bulan juni 2016 cmia : non reaktif
    bulan september 2016 cmia : non reaktif
    bulan oktober 2016 cmia : non reaktif dan pcr hiv-1 virus tidak terdeteksi
    bulan november 2016 rapid tes oncoprobe : non reaktif
    bulan desember 2016 cmia : non reaktif
    bulan febuari 2016 cmia : non reaktif
    apakah hasil saya sudah valid ?
    berapa lama window period hiv yang pernah ada ?
    sy amat stress dengan penyakit gatal saya. karena saya sudah berkeluarga dan saya tkt menularkan istri saya jika memang sy +. tlg di bantu pencerahannya. terima kasih

    Balas
    • Romi GWL  Maret 9, 2017 at 10:18 am

      Hallo Ido, salam sehat dan berani.
      Windows periode atau masa jendela untuk HIV berkisar antara 3-6 bulan dari resiko terakhir untuk terinfeksi HIV.
      Melihat dari riwayat test HIV loe, sepertinya masa jendela sudah dilewati.
      Gue saranin loe untuk konsutasi ke dokter kulit serta melakukan test Tuberculosis dan Hepatitis.
      Jangan hanya terfokus pada HIV nya jika hasilnya memang non reaktif.
      Semoga bisa membantu, salam sehat 🙂

      Balas
  • Dwi  Maret 3, 2017 at 12:30 pm

    Untuk pemeriksaan di daerah Ponorogo dimana ya?

    Balas
    • Romi GWL  Maret 10, 2017 at 11:13 am

      Hallo Dwi,
      silahkan cek di page “kota gue”.
      Loe bisa sesuaikan kota mana yang terdekat dari tempat loe atau bisa menghubungi petugas pendamping yang ada.

      Salam sehat dan berani 🙂

      Balas
  • Kaka  Maret 10, 2017 at 8:37 am

    Saya pernah melakukan hub. Dgn kondom 2 bulan lebih yang lalu dgn PSK. Pada saat ml, jari saya menyentuh vagina dan ada lendir . Sekarang muncul pembesaran kelenjar getah bening di belakang telinga. Tapi sudah mulai kempes bengkaknya.

    Apakah mungkin saya kena HIV?
    Kalo di Makassar dimana tes HIV nya? Takut

    Balas
    • Romi GWL  Maret 10, 2017 at 11:10 am

      Hallo kaka,
      Untuk daerah Makassar silahkan klik di page “kota gue” disana ada kota Makassar ,
      loe bisa langsung pilih klinik mana yang dekat dari tempat tinggal loe dan bisa ditemani sama petugas pendamping jika loe mau.
      Salam sehat dan berani 🙂

      Balas
  • Wahid  Maret 18, 2017 at 9:10 pm

    Klo untuk tes ims d kota bandung d klinik mana ajj ya?

    Balas
    • Romi GWL  Maret 21, 2017 at 10:29 am

      Hallo Wahid,
      silahkan kunjungi page “kota gue” pada website gueberani.com disana ada layanan dan petugas pendamping yang bisa membantu loe untuk mengakses layanan kesehatan.
      Salam sehat dan berani 🙂

      Balas
  • Maxwell  Maret 28, 2017 at 8:40 am

    Hai, mau nanya nih..

    Kejadian nya baru semalem banget. Jadi gue pos dan udah ARV hampir 8 bulan, Alhamdulillah semua berjalan Lancar Dan gue sehat walafiat. Tapi.. Hehe, gue semalem ketiduran dari jam 8.30pm dan baru minum ARV setelah kebangun jam 12.30am…ini karena gue cape nyetir dari Bdg subuh, macet sampe Jkt lsg ngantor. Jelas gue panik stengah mati. Padahal harusnya gue minum jam 10pm sharp dan gue selalu begitu. Kalopun telat paling masih itunganya menit, kaya 10.15 atau 10.25 Dan gak pernah sering atau verifying. Nah semalem adalah yang terjauh yaitu 12.30am Dan gue gamau mengulanginya. Cukup sekali. Pertanyaanya, apakah gue rentan resisten? Apa yang harus gue lakukan? Plis jawaban dan pencerahanya.

    Pesan buat mini yang lain, kalo bisa Jangan telat kek gue. Alarm guys Hehe.

    Thanks

    Balas
    • Romi GWL  Maret 29, 2017 at 10:36 am

      Hallo Maxwell,
      harusnya pada saat loe terlambat untuk minum ARV itu langsung diminum pada saat lo ingat atau pada saat loe terbangun jika ketiduran dibanding tidak diminum sama sekali.
      Jika hanya terlambat sekali kemungkinan untuk resisten ada tapi sangat kecil.
      Resisten ARV bisa terjadi jika loe sering terlambat atau lupa minum ARV .
      Ya,,, pastikan selalu Alarm dan air mineral stand by didekat loe.
      Salam sehat dan berani Gebers.

      Balas
  • John  Maret 29, 2017 at 4:20 pm

    Hi.
    Saya mau tes HIV, apakah aman tes HIV di RSUD (Tangerang)? apakah dokternya open minded atau malah jd parno dengan orientasi seksual pasien? opsi lain sih di klinik(Jakarta, dari rekomendasi forum) tapi lokasinya agak jauh dari tempat saya. lebih baik pilih yg mana ya? thx

    Balas
    • Romi GWL  April 5, 2017 at 1:54 pm

      Hallo John,
      silahkan hubungi kami via whatsapp atau line 087887110950.
      Kami akan rekomendasikan kawan pendamping untuk mendampingi loe ke Layanan mana yang ramah komunitas di Tangerang.

      Terima kasih.

      Balas
  • Novan  Mei 24, 2017 at 6:36 pm

    Puskesmas yang nyediain layanan vct di bekasi di mana aja ya ? Boleh minta infonya ?

    Balas
  • Indra  Juni 21, 2017 at 7:46 am

    Hi..

    Saya mau nanya, saya termasuk yg cukup rutin donor darah. Tetapi beberapa waktu lalu sempet diinfo oleh pihak PMI untuk cek darah ulang. Pada saat itu saya sangat ketakutan jika tyt ada apa apa karena perilaku seks saya yg dulu.. Setelah melakukan tes ulang dan menunggu hasilnya selama 5 harian, saya dipanggil lagi untuk diberitahu hasilnya. Oleh dokternya dlm darah saya ada virus sifilis, setelah saya tanyakan lebih jelas atas tes tsb apakah ada hiv, jawabannya negatif semua kecuali sifilis saja. Dan saya dirujuk untuk segera diobati ke dokter kulit dan kelamin agar bs sembuh.

    Yang saya tanyakan apakah saya perlu cek darah ulang ke klinik vct? dan untuk obat penyakit sifilis itu apakah memang bisa benar benar bs menyembuhkan total penyakit ini? Mohon infonya, terima Kasih banyak atas jawabannya.

    Balas
    • Romi GWL  Juli 5, 2017 at 3:00 pm

      Hallo Indra,
      jika perilaku seksual loe selalu aman selama 6 bulan belakangan, berarti tidak perlu untuk VCT lagi.
      karena masa jendela terjadi antara 3-6 bulan dari perilaku beresiko loe.
      Silahkan untuk sifilisnya diobati dengan dosis yang tepat dengan anjuran dokter.
      dan pastikan loe tes sifilis kembali setelah minum obat untuk memastikan virusnya sudah dalam Titer yang paling rendah.

      Salam Sehat dan Berani.

      Balas
  • Rian  Juli 8, 2017 at 12:09 am

    Saya merasa terinveksi virus HIV, Karena saya 2 bulan yang lalu pernah berhubungan intim dg orang yg terinveksi HIV, saya ingin tes VCT, tapi dimana ya mas di daerah palembang, dan kira2 jika saya ingin tes di puskesmas biaya nya berapa ya?

    Balas
    • Romi GWL  Juli 10, 2017 at 11:21 am

      Hallo Rian,
      silahkan lakukan tes HIV jika kamu merasa beresiko.
      silahkan buka http://www.gueberani.com/palembang untuk membantu kamu mencari klinik yang bisa
      tempat kamu tes HIV dan IMS atau juga petugas kami yang siap kamu kontak untuk
      membantu kamu akses ke layanan.

      Biasanya kalau di Puskesmas kamu hanya membayar uang registrasi, tergantung kebijakan dari Puskesmasnya.
      Semoga bisa membantu ya.
      Salam sehat dan Berani.

      Balas
  • D's  Agustus 27, 2017 at 2:21 am

    Maaf min mau tanya. Untuk cara pengambilan obat di puskesmas bagaimana ya prosedurnya. Terima kasih

    Balas
    • Romi GWL  Agustus 30, 2017 at 4:05 pm

      Hallo,
      biasanya prosedur di masing-masing layanan kesehatan berbeda-beda.
      Ada yang harus ketemu dokter dulu di klinik VCT, ada juga yang hanya daftar di receptionis dan menunggu antrian pengambilan.
      tergantung loe tinggalnya didaerah mana.
      silahkan kontak petugas kami.

      Terima kasih, salam berani.

      Balas
  • Ad  Agustus 29, 2017 at 9:21 am

    Ada no contact person ga y yg d bdg?

    Balas
    • Romi GWL  Agustus 30, 2017 at 4:06 pm

      Hallo,
      silahkan cek di website http://www.gueberani.com/kotague

      nanti loe bisa pilih kota mana yang loe inginkan.

      Terima kasih, salam berani.

      Balas
  • Mika  September 11, 2017 at 10:36 pm

    Min kalau di daerah Surabaya Utara..dimana min?

    Balas
    • Romi GWL  September 12, 2017 at 10:39 am

      Hallo Mika,
      coba kontak petugas kami yang ada dikota Surabaya untuk info.

      Thanks.

      Balas
  • Udith  September 23, 2017 at 1:49 am

    saya pria beristri, pada tanggal 10 februari 2017 saya melakukan sex beresiko dengan psk, kemudian tes pertama pada 12 hari pasca sex beresiko saya tes hiv di prodia metode cmia hasilnya non reaktif, tes kedua saya lakukan 3 bulan 2 minggu setelah sex beresiko di laboratorium rumah sakit swasta dengan metode rapid test hasilnya non reaktif, tes ketiga saya lakukan 5 bulan 5 hari pasca sex beresiko di laboratorium rumah sakit swasta metode rapid test hasilnya non reaktif, tes keempat saya lakukan 6 bulan 15 hari pasca sex beresiko di laboratorium rumah sakit swasta metode rapid test dengan hasil non reaktif, sebagai catatan saya sejak tanggal 10 februari 2017 tidak pernah melakukan sex dengan psk/atau orang lain selain dengan istri saya. dan yang menjadi ganjalan hati saya adalah kenapa di kedua belakang lutut (lipatan lutut) seperti ada benjolan dan kaki saya seperti capek dan ngilu, kemudian saya sering mencret, dada sesak, dan ada ruam di kulit, apakah saya harus tes ulang lagi ? saya juga sudah konsul dengan dokter spesialis penyakit dalam namun dokter spesialis penyakit dalam tersebut bilang kalo tes hiv itu harus dilakukan setiap 3 bulan selama 2 tahun, apabila hasil tes hiv selama 2 tahun tersebut hasilnya Non Reaktif baru bisa dikatakan terbebas dari hiv, walaupun saya katakan sama dokter tersebut masa jendela hiv itu 3 bulan dan paling lama 6 bulan pasca perilaku beresiko, namun dokter tersebut keukeh bilang harus sampai 2 tahun karena pedomannya seperti itu, apakah apabila saya tes lagi di bulan 9, 12, 15, 18, 21, 24 pasca perilaku beresiko terakhir, hasil Non Reaktif bisa berubah menjadi Reaktif ? mohon penjelasannya,, terimakasih…

    Balas
    • Romi GWL  September 27, 2017 at 12:06 pm

      Hallo Udith,
      terima kasih sudah berbagi cerita dengan kami.
      Apa yang kamu sampaikan ke dokternya sudah benar, masa jendela atau window period HIV ada dikisaran 3-6 bulan dari
      perilaku beresiko terakhir.
      Saran saya untuk selanjutnya kamu silahkan tes IMS (infeksi menular seksual), karena membaca dari cerita kamu.
      Hasil HIV yang kamu dapatkan sudah akurat jika sudah lebih 6 bulan dari resiko terakhir.

      Semoga bisa membantu ya.
      Untuk info lanjut bisa via line atau whatsapp kami di line @gueberani , whatsapp ; 087887110950.
      Salam berani.

      Balas
      • Udith  September 28, 2017 at 6:31 pm

        tapi kok dokter spesialis penyakit dalam tetap berpendapat kalau periode jendela itu sampai 2 tahun ya? dan saya harus tes per 3 bulan sampai 2 tahun, mohon jawabannya ya soalnya saya jadi bingung dan takut sekali karena saat ini (7 bulan 15 hari dari perilaku beresiko terakhir) saya sedang radang tenggorokan, demam & batuk sudah 3 hari ini,, terimakasih,,

        Balas
  • Hardy  Oktober 1, 2017 at 4:10 am

    GW, lagi kalut, + bingung sekaligus kalut, gw lagi Kencing nanah gtu.. tempat yang buka di hari Minggu dimana ya?? Mohon infonya

    Balas
    • Romi GWL  Oktober 6, 2017 at 3:19 pm

      Hallo kak,
      untuk daerah mana ?
      silahkan cek di website ini bagian kota gue.
      Loe bisa pilih klinik yang ada di kota loe kak.

      Semoga bisa membantu ya.
      Terima kasih.

      Balas
  • dedi purbianto  Oktober 6, 2017 at 8:06 pm

    Malam ..
    Mau tanya untuk lakukan test hiv di balikpapan dimana aja ya ?
    Boleh mnta CP pendamping, atau komunitas penderita juga , dgn tujuan hnya untuk sharing
    Trmksh

    Balas
    • Romi GWL  Oktober 18, 2017 at 2:24 pm

      Halo Dedi,
      silahkan cek website bagian kota gue atau http://www.gueberani.com/balikpapan
      disana ada petugas yang bekerja sama dengan kami.

      Semoga bisa membantu ya.
      Terima kasih.

      Balas
  • Rifai  Oktober 21, 2017 at 5:58 am

    Apakah oral seks bisa mempunyai resiko tertular hiv? Saya setiap berhubungan seks selalu memakai kondom tapi 2 minggu terakhir setelah berhubungan seks ini kesehatan saya terganggu. Dari batuk pilek demam dan badan lemas, saya takut akan terjadinya hiv ke tubuh saya. 3 hari lalu juga saya diare dan badan sakit semua, apakah saya terinveksi viruz hiv? Mohon responnya terima kasih..

    Balas
    • Romi GWL  Oktober 23, 2017 at 11:08 am

      Halo Rifai,
      oral seks beresiko menular HIV dan IMS (Infeksi menular seksual) walaupun resikonya tidak sebesar vaginal seks ataupun anal seks.
      Untuk lebih yakin silahkan ketahui status HIV dan IMS mu di klinik atau Puskesmas terdekat.
      Dan pastikan juga kamu tes ulang 3 bulan kemudian.

      Semoga bisa membantu ya.
      Terima kasih, salam berani.

      Balas

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.